Rabu, 19 April 2017

Renungan Inspiratif - Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup

Pembaca Catatan Motivasi yang budiman, hidup memanglah tak pernah lepas dari tekanan. Terlebih di era modern sekarang ini dengan segala resikonya. Seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat beresiko. Sekarang ini, perkembangan era menyuguhkan perubahan yang cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah berlanjut ke masalah perenungan kita dalam menghadapi tekanan hidup. Tekanan sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana seseorang bereaksi di kemudian hari.

Pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. 

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. 
Tipe orang yang satu ini, merupakan tipe yang mudah patah arang setiap kali berhadapan dengan tekanan walau sekecil apapun. Walau dalam keseharian terlihat baik-baik saja, tapi sesungguhnya mereka rapuh sekali di dalam hati. Mereka adalah orang yang gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Mereka akan langsung mengeluh, merasa putus asa, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Demi menuju yang lebih baik, mereka perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup. Karenanya dalam enghadapi orang macam ini, bila kita ingin agar mereka lebih kuat, kadang kita harus lebih berani tega terhadap mereka. Posisikan kita sebagai pendamping mereka. 

Tipe kedua, tipe lempeng besi. 
Tipe yang berikut ini adalah orang-orang yang dalam menghadapi tekanan, pada awalnya mereka dapat bertahan melewatinya. Namun seperti besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut. Bertambah sedikit saja tekanan, dapat membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, mereka terkadang masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Walau tipe lempeng besi terkesan belum terlatih, bila mereka berusaha, mereka akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya. 

Tipe ketiga, tipe kapas. 
Seperti kapas, orang-orang yang termasuk dalam tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Bila tekanan datang, mereka mampu fleksibel seperti kapas yang bila ditekan akan mengikuti tekanan yang didapatkannya tersebut. Dan setelah tekanan berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Begitu pula orang tipe ini, mereka bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi. 

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. 
Di antara ke-empat tipe yang ada, inilah yang paling ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini, karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, ia justru memantul lebih kuat.

Salah contoh kisah adalah tentang seorang kepala regional sales yang performancenya bagus sekali. Tetapi, hal tersebut membuat atasannya tidak menyukainya. Akibatnya, sang atasan tersebut justru dengan sengaja memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti kebanyakan orang. Dia malah berusaha membangun jaringan, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Pada tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah dengan tiga penjualan tertinggi.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, dia meringkuk di dalam penjara dengan terpaan angin dingin, lantai penuh kotoran, dan melakukan kerja paksa tiap hari. Beliau sudah tidak berbeda dengan ikan herring dalam kaleng. Namun, bekunya Siberia tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Di sanalah beliau menelurkan karya-karya tulis besar, seperti 'The Double' dan 'Notes of The Dead'. Beliau menjadi sastrawan dunia.

Cerita yang sama juga terjadi pada Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, belenggu penjara tidak membuat dirinya patah arang. Beliau berjuang dengan puisi-puisi karyanya. 'A Comrade Paper Blanket' menjadi buah karya kondangnya.
Nah, pembaca budiman, tiga contoh dari para tokoh tersebut hanyalah contoh sebagai bahan pembelajaran. Sekarang yang penting adalah diri anda. Ketika menghadapi kesulitan, seperti apakah diri anda? Bagaimana reaksi anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin

Saya yakin kita semua ingin termasuk dalam tipe yang ke-empat tersebut. Dengan adanya tekanan kita harus lebih memberikan motivasi pada diri kita untuk semakin kreatif dan tertantang menjadi lebih kuat.

Tidak menjadi persoalan pada tipe apa saat ini kita ternmasuk. Yang penting adalah agar kita bergerak dari level tipe kayu rapuh menuju ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi sesuatu yang mencemaskan untuk anda.

Kamis, 24 April 2014

Pahitnya kehidupan

Agar tetap bahagia dalam cobaan
Katakan hidup Anda berat, cobaan datang tanpa henti, ada satu pikiran yang harus kita hilangkan agar kita tetap tegar dan bahagia menghadapi kehidupan tersebut dan tidak salah arah dalam menyikapi sebuah penderitaan.
Apakah pikiran yang harus kita hindarkan tersebut?
Ya, ada satu paradigma yang sering membuat kita semakin menderita bila sedang dicoba dengan masalah, yaitu paradigma atau pandangan yang menganggap bahwa sebab kita mendapat masalah adalah karena kita sedang DIHUKUM akibat dosa-dosa kita.
Jadi semakin berat masalah, semakin terpuruk kita dalam kesedihan dan penyesalan tiada habis akan kemungkinan "dosa" yang telah kita lakukan di waktu lampau kita. Semakin berat masalah, semakin panik kita akan kemungkinan dosa besar tak terampuni yang mungkin menjadi penyebab dari masalah tersebut.
Boleh saya tenangkan diri Anda, pembaca semua, bahwa TUHAN tidak sedang menghukum kita dengan semua masalah yang terjadi pada kita.
Bahwa semua penderitaan Anda bukanlah sebuah hukuman. Sekali lagi, penderitaan hidup bukan hukuman.
Sebaliknya, dengan masalah hidup yang sedang diberikan-Nya pada kita, Tuhan sedang menyiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar. Masalah yang kita hadapi adalah sebuah pelajaran agar kita bisa naik kelas.
Saya juga sering dicekoki petuah bahwa doa kita tidak akan terkabul bila kita banyak dosa.
Pandangan ini mungkin benar (saya bilang, cuma mungkin), tapi pandangan ini SANGAT SEMPIT dan dengan gegabah telah berani-beraninya menafsirkan maksud baik Tuhan.
Arti kata Rabb atau Tuhan dalam kata Allah sebagai Rabbul'alamin alias Tuhan Semesta Alam, andaikata kita tahu, sebenarnya mengandung makna YANG MAHA KUASA MENDIDIK, MENUMBUHKAN & MENJAGA. (Sumber: Al Qur'an & Terjemahnya, Revisi Terbaru, Departemen Agama RI, juz 1, hal 3)
Artinya, dengan segala yang DIA takdirkan untuk terjadi pada kita, DIA pada esensinya sedang MENDIDIK kita agar kita bisa TERUS BERTUMBUH.
Karena memang itulah tujuan Tuhan menaruh kita di dunia ini, agar kita LEARN and GROW from the lessons that HE gives us.
Agar kita manusia ini belajar dari semua pengalaman hidupnya dan karenanya bisatumbuh dan berkembang menjadi sosok yang lebih baik.
Dan sesungguhnya, apapun yang terjadi pada kita, kita selalu ada dalam penjagaan Tuhan
Agak sedikit menyimpang tapi relevan adalah contoh kasus Palestina. Kalau Tuhan "mau" bukannya mudah menyelesaikan konflik yang sudah puluhan tahun itu?
Bukannya orang Palestina juga pasti sudah berdoa memohon pertolongan Tuhan?
Tetapi kenapa masalahnya tidak selesai seperti skenario bayangan kita? Kenapa orang Palestina tidak juga ditolong-NYA?
Salah. Pandangan seperti ini salah besar.
Di setiap saatnya kita sebenarnya selalu ditolong Allah. Cuma dia memakai cara-Nya sendiri yang sering tidak kita pahami.
Itulah cara TUHAN mendidik umat-NYA termasuk kita dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mereka yang di Palestina, untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri, termasuk misalnya tentang pahitnya perang, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang memilih untuk menciptakan perdamaian.
Selama pelajaran tersebut belum ditangkap oleh umat-Nya, Dia akan terus mengirimkan pelajaran yang sama.
Karena itulah sering kita lihat ada orang yang mengalami hal/masalah yang sama berulang kali. Karena pelajaran yang ingin disampaikan Tuhan melalui terjadinya masalah tersebut yang pertama kali dulu belum berhasil dia tangkap.
Tuhan akan dengan sabar terus mengirimi kita "pelajaran" untuk mendidik kita sampai kita mengerti betul apa isyarat-Nya.
Kalau Anda mengalami masalah dengan hutang, mungkin ada sesuatu yang ingin Tuhan sampaikan dalam hal ini.
Kita seringkali melihat segala sesuatu dari paradigma lama yang hanya hitam dan putih, sehingga kesannya yang salahlah yang dihukum.
TIDAK.
Dia sedang mendidik kita sebagaimana sifatnya sebagai RABB (Tuhan Pendidik, Penumbuh & Penjaga Alam Semesta) tadi. 
Dan pertumbuhan itu memang seringkali menyakitkan, lho.
Anda mungkin masih ingat ketika gigi geraham bungsu Anda tumbuh? (Anda pasti sudah besar saat itu kan?). Bagaimana rasanya, sangat sakit dan tidak nyaman, kan, badan sampai meriang alias panas dingin, padahal kita tidak sedang sakit. Hanya sedang tumbuh gigi.
Karena, untuk gigi tersebut bisa nongol ke permukaan, dia harus menembus gusi Anda terlebih dahulu. Proses tumbuh ini yang menyakitkan.
Kalau memakai analogi dari dunia flora, biji yang kita tanam saja juga harus mengalami ditimbun tanah. Terpapar terik matahari. Disiram air hujan. Terkena pahitnya pupuk. Dan akhirnya harus pecah kalau dia mau tumbuh dan berkembang jadi sebuah tanaman.
bouncing ball
Sementara, sebuah bola basket harus membentur tanah dulu dengan keras untuk bisa naik melambung tinggi ke atas.
Besi harus dibakar api ribuan derajat panasnya, dipukul dan ditempa dengan keras dengan palu besi besar, dipanasi lagi, lalu panas-panas langsung dicelupkan dinginnya air, ditempa lagi, dan seterusnya, sebelum bisa berubah menjadi sebilah pisau yang berguna untuk manusia.
Itu semua sama seperti kita.
Kita harus belajar dari perih dan pahitnya kehidupan untuk menjadi sosok yang lebih baik.
Percayalah Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang besar untuk Anda.
Anda tidak sedang melakukan sesuatu yang salah.
Anda tidak sedang dihukum.
Sebaliknya, karena Anda telah meminta bahwa kondisi kehidupan Anda berubah (ke arah yang lebih baik), bersyukurlah ini terjadi.
Proses pembuka perubahan yang terasa menyakitkan ini adalah awal dari hidup baru yang telah Anda minta tadi.
Biji perubahan yang Anda tanam tadi sedang disiapkan untuk tumbuh.
Besinya sedang diolah menjadi pisau.
Teruslah meminta dan percaya, percaya pada kehendak Tuhan, pada pemberian-Nya.
Ingatlah selalu dan yakini semua janji-Nya termasuk untuk selalu menjaga dan menolong Anda bila mengalami masalah apapun:
"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat." 
~   Q ur'an: Al Baqarah: 214 
"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada." 
~   Q ur'an: Al Hadid: 4
Juga coba baca lagi janji Tuhan yang saya jadikan inspirasi sukses halaman ini: 
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
... sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ...
~   Q ur'an: Alam Nasyrah: 5 - 6 ~  
Sebuah janji dengan penuh penekanan (memakai kata "Sesungguhnya") diulang lagi sama persis dalam dua ayat berbeda yang berurutan.
Tuhan tahu benar bahwa naluri manusia adalah memang sering ragu, cemas, was-was dan tidak yakin/percaya. Jadi sering sekali dalam kitab-Nya, perintah-perintah tertentu diulang-ulang dan ditekankan. Seperti yang satu ini.
Nah, Anda masih cemas juga?
Jangan ya.
Apa yang terjadi pada Anda semua ini sudah direncanakan-Nya, agar kita terus tumbuh dan berkembang. Agar kehidupan kita lebih baik lagi dari sekarang.
Relax and have some fun. Anda sedang dalam penjagaan-Nya.
Baca ulang buku doa Anda, lalu centang hal-hal yang sudah dikabulkan-Nya. Syukuri itu.
Sinergikan dengan memberi dan terus percaya
Hadapi esok hari dengan motto ini :
  • Semua (akan) baik-baik saja.
  • Aku selalu dibimbing dan dilindungi Allah SWT.
  • Allah menyayangiku dan aku selalu baik-baik saja.
Growing Pains

Pelajaran Hidup

resident